Implementasi Proyek Lintas MaPel, MUSIXTA Gelar Manasik Haji dan Outbond untuk kelas 9, Kamis 22 Oktober 2026
Link Video Manasik Haji : https://youtube.com/shorts/1iHakconlTE?feature=share
Link Video Outbond : https://youtube.com/shorts/NBdNoINmLPs?feature=share
Kamis, 22 Oktober 2026, MUSIXTA menggelar kegiatan Manasik Haji dan outbound sebagai puncak acara Projek Lintas Mata Pelajaran untuk kelas 9 pada hari Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 119 peserta didik kelas 9 dan 12 perwakilan Guru Karyawan dalam Tim Manasik Haji dan Outbond kelas 9 tahun 2026.
Manasik Haji dilaksanakan di Wisata Edukasi Religi Qolbu daerah Singkil, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali. Fasilitas yang ada di Wisata Edukasi Religi Qolbu Boyolali ini meliputi Replika Ka'bah, miniatur Masjid Nabawi, tempat Sa'i (Shofa dan Marwa), Jabal Rahmah, serta area manasik haji dan umrah. Proyek lintas mata pelajaran (lintas mapel) manasik haji adalah kegiatan pembelajaran interdisipliner yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu di sekolah untuk memahami ibadah haji secara utuh, mulai dari aspek syariat, manajerial, hingga kesehatan dengan tujuan agar para peserta didik memiliki pemahaman Kontekstual dimana peserta didik tidak hanya menghafal teori ritual keagamaan secara mekanis, tetapi memahami nilai rasional, sosial, dan manajerial dari ibadah haji. Tujuan kedua Penguatan Karakter bagi Peserta didik dengan menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama tim, toleransi, dan kemandirian melalui simulasi kelompok. Tujuan ketiga agar peserta didk memperoleh pengalaman Nyata (P5 / Kokurikuler) yang diintegrasikan dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) atau modul kokurikuler dengan memanfaatkan miniatur tempat-tempat manasik (Ka'bah, Padang Arafah, Mina).
Sedangkan Outbond dilaksanakan di New Rivermoon yang terletak di kali Pusur, Desa Karanglo (atau Keprabon), Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan Outbond ini dilaksanakan untuk memberikan pembelajaran di luar kelas yang dirancang untuk membangun karakter, kemandirian, dan kerja sama siswa. Adapun tujuan kegiatan Outbond ini adalah untuk membangun karakter dengan melatih tanggung jawab, keberanian, dan rasa percaya diri peserta didik. Tujuan kedua membangun Kerja Sama Tim (Team Building) dengan memperkuat komunikasi, kekompakan, dan kebersamaan antar siswa. Tujuan ketiga membentuk Kepemimpinan (Leadership) dengan mengasah kemampuan mengambil keputusan dan memecahkan masalah (problem solving). Dan tujuan terakhir sebagai ajang penyegaran (Refreshing) dimana outbond menjadi media pelepas penat dari rutinitas belajar di dalam kelas.
Sebelum kedua kegiatan dimulai, di sekolah siswa kelas 9 di briefing dan diberi pengarahan oleh Tim Outbond 2026 bapak Ridho Rafiqul Umam, L.c dan Pendamping Siswa bapak Nur Wijayanto, S.Pd. Setelah pengarahan selesai, pada pukul 07:45 WIB seluruh siswa dan panitia berangkat dengan menggunakan bis sebanyak 4 buah menuju lokasi kegiatan pertama yaitu Manasik Haji di Wisata Edukasi Religi Qolbu Boyolali.
Manasik Haji dilaksanakan dengan melakukan ritual rangkaian ibadah haji/umroh dengan didampingi oleh tim guru karyawan sekolah. Peserta didik melakukan Praktik Simulasi Rangkaian Ibadah Haji dimulai dengan Berihram dan Niat, Tawaf dengan melakukan simulasi mengelilingi miniatur Ka'bah sebanyak tujuh kali. Sa'i yaitu melakukan simulasi berjalan atau berlari-lari kecil antara replika Bukit Safa dan Bukit Marwah. Wukuf dan Mabit dengan melakukan simulasi bermalam (mabit) di area replika Muzdalifah/Mina serta wukuf di Arafah. Melempar Jumrah dengan melakukan simulasi melempar jumrah (Jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah) menggunakan batu kerikil atau replika di area lempar jumrah serta Tahalul yaitu mempraktikkan prosesi tahalul (mengakhiri ihram dengan mencukur atau memotong rambut).
Kegiatan outbound tahun 2026 ini dilaksanakan dengan kegiata arung jeram atau River Tubing di kali Pusur. Kegiatan ini menyusuri aliran sungai jernih menggunakan ban pelampung dengan perlengkapan keamanan (helm, pelampung, pelindung kaki) dan pemandu profesional ini juga menjadi ajang untuk menjalin keakraban antar siswa dan bapak ibu guru yang ikut mendampingi outbound. Dengan menjalin keakraban di situlah membuat anak menjadi lebih dekat satu sama lain sehingga mereka akan terbiasa untuk bersama-sama di sekolah.
Harapannya kegiatan manasik haji dan outbound ini dapat menjadi ajang penyegaran sekaligus membentuk karakter siswa kelas 9 menjadi anak-anak yang islami, tangguh, berani dan bertanggungjawab..
Tetap sehat dan semangat.
(#Musixta_jaya)
Redaksi Musixta
2026
Pencarian







