BUDAYA SHOLAT DHUHA & TADARUS

Berbicara tentang (dunia) pendidikan sejatinya tidak hanya mencakup aspek kompetensi semata. Lebih dari itu melalui proses pendidikan yang dilakukan selama kurun waktu tertentu diharapkan akan lahir insan-insan berakhlak mulia. Oleh karenanya sekolah sebagai tempat paling utama dimana proses tersebut dilakukan diharapkan mau dan mampu untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada para peserta didiknya. Meskipun demikian tujuan (mulia) tersebut tidak akan terwujud tanpa adanya political will yang kuat dari pengambil kebijakan di sekolah.

Membiasakan anak untuk melaksanakan shalat Dhuha dan Tadarus pada pagi hari merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan oleh SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta. Dengan menanamkan kebiasaan tersebut diharapkan akan mampu mendekatkan anak dengan Rabb-nya. Pada dasarnya ada tiga keutamaan dari shalat Dhuha dan Tadarus berdasarkan hadits yang shahih.

Pertama, melaksanakan shalat Dhuha dua rakaat di pagi hari pada hakikatnya sama dengan menyeru kepada kebaikan sekaligus mencegah perbuatan munkar (HR. Muslim). Artinya dengan membiasakan anak untuk shalat Dhuha dan Tadarus secara tidak langsung akan mendidik anak untuk selalu berbuat baik dan menjauhi apa-apa yang dilarang.

Kedua, dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak empat raka’at di pagi hari, niscaya Allah akan mencukupkan kebutuhan kita sepanjang hari itu (HR. Ahmad). Dalam konteks ini, kebiasaan melaksanakan shalat Dhuha dan Tadarus akan menanamkan keyakinan pada anak bahwa Allah akan senantiasa memenuhi kebutuhan kita selama kita dekat dengan-Nya.

Ketiga, orang yang senantiasa menjaga shalat Dhuha maka akan digolongkan ke dalam orang-orang yang awwab atau kembali taat (HR. Ibnu Khuzaimah; hasan). Berdasarkan hadits tersebut, shalat Dhuha dan Tadarus yang dilakukan secara rutin secara tidak langsung akan menanamkan ketaatan anak terhadap aturan yang dibuat. Ketaatan tersebut tentunya dibutuhkan dalam sebuah proses pendidikan. Tanpanya tujuan (ideal) pendidikan seperti yang dicita-citakan akan sulit untuk tercapai.

Berdasarkan penjelasan diatas terlihat jelas betapa pentingnya membiasakan anak untuk melaksanakan shalat Dhuha dan Tadarus sebelum pembelajaran di kelas dimulai. Kebiasaan baik ini dilakukan di SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis. Dengan begitu di masa yang akan datang diharapkan akan lahir sosok-sosok pemimpin bangsa yang berkualitas dan berakhlak mulia sekaligus harapan besar bagi SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta untuk dapat mencetak kader-kader Muhammadiyah yang agamis, berkarakter dan berkemajuan.